Aksi Visual Art ~ Smadafireflies 2K18

Smadapedia.com |  Visual art party adalah lomba yang diselenggarakan di Indoor SMA 2 KUDUS yang merupakan bagian dari acara SMADA FIREFLIES 2K18. Visual Art Party ini diselenggarakan pada hari Minggu (26/08) pukul 07.00 WIB dengan jumlah 200 peserta se-Karesidenan Pati. Adapun kategori lomba pada acara Visual Art ini ialah TK A, TK B, dan SD kelas 1-3 adalah mewarnai sedangkan SD kelas 4-6 adalah menggambar dan mewarnai.

  • Juara I Mewarnai TK A diraih oleh Alfaro nomor peserta 124 dari TK Al-Akhya Jati dengan perolehan nilai 925.
  • Juara I Mewarnai TK B diraih oleh Bintang nomor peserta 125 dari TK Al-Akhya Jati dengan perolehan nilai 912.

“Senang banget deh dapat juara. Karena tadi datengnya terlambat, khawatir kalo gak selesai mewarnainya tapi Alhamdulillah anaknya semangat buat mewarnainya dan alhamdulillah bisa dapat juara jadi ya seneng banget. Oh iya, kalau bisa di brosur sudah tertera jam mulainya ya, soalnya tadi nunggu info dari ustadzahnya dulu baru kesini.” Ujar Ibu Alfaro dan Bintang.

  • Juara I Mewarnai SD kelas 1-3 diraih oleh Rivan Sani nomor peserta 013 dari SD negeri Prambatan Lor dengan perolehan nilai 924.

“Saya senang dapat juara, terima kasih.” Ujar Rivan. “Ini kali kedua Rivan ikut di acara ini. Tidak ada latihan khusus sih, tapi tiap minggu latihan sempat les waktu TK tapi sekarang sudah tidak. Dan saya merasa puas, terus pengadaan lombanya kalau bisa lebih banyak dan bisa ditingkatkan lagi kedepannya, Insyaallah tahun depan kalau ada lagi ya ikut lagi.” Ujar ayah Rivan.

  • Juara I Menggambar dan Mewarnai SD kelas 4-6 diraih oleh Surya Abi dengan nomor peserta 167 dari SD 1 Jati Kulon dengan perolehan nilai 1032.

“Saya dapat info dari sekolahan berupa brosur, mulai ikut lomba gambar sejak kelas 3 SD dan dari TK sudah terlihat bakat mewarnainya. Untuk latihannya sekitar 2-3 hari. Baru ikut lomba visual art party tahun ini soalnya tahun kemarin nggak tau kalau ada lomba. Untuk acara sudah bagus, terus untuk durasinya masih agak bingung karena sebelumnya belum diumunkan dan di brosurnya pun tidak tercantum Jadi bingung antara waktu 2 jamnya atau 2,5 jam gitu, tapi Alhamdulillah dapat menyelesaikan tepat pada waktunya.”Ujar ibu Surya.
“Kalau bisa tahun depan diadakan pemenang juara harapan 1-3 atau sampai 10 malahan. Dan bisa ada piagam penghargaan untuk para peserta yang mengikuti acara ini,” ucap Pak Hasan selaku juri Visual Art Party .
Harapan dari semua peserta adalah semoga tahun depan ada lagi dan lebih meriah lagi. Dan semoga acara SMADA FIREFLIES 2K18 dapat berjalan dengan lancar dan sukses sampai acara puncak yang di nanti-nantikan. Semangat buat seluruh panitia SMADA FIREFLIES 2K18.©Jurnalistik SMAN 2 KUDUS



Hoax? Tidak!!!

 Smadapedia.com | Seiring berkembangnya teknologi yang begitu pesat di era zaman sekarang, tak meragukan lagi jika banyak pihak yang mudah memperoleh informasi maupun mengunggah informasi di media sosial. Namun banyak pihak yang lupa dan tak memperhatikan keaslian dari berita yang akan mereka sebar atau mereka percayai. Sehingga hal itu terkadang menimbulkan berbagai masalah yang akan timbul di lingkungan masyarakat seperti perbedaan pendapat, kesenjangan sosial, dll.
Sebagai generasi muda yang memanfaatkan IPTEK, kita harus pintar dalam menyikapi arus teknologi yang memiliki dua mata pisau dari segi positif dan negatif. Oleh karena itu, pada hari Selasa, 15 Agustus 2018 SMA N 2 KUDUS mengadakan forum diskusi Smada atau biasa disebut FORDISMA yang mengangkat tema tentang hoax. Hal ini bertujuan membekali anak didik khususnya siaswa-siswi SMA N 2 KUDUS supaya lebih bijak dalam menghadai pesatnya arus teknologi.
Berita bohong atau hoax tak asing lagi di telinga kita, bukan? Namun apa sebenarnya hoax itu? Hoax adalah suatu usaha untuk menipu atau mengakali pembaca / pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.
Lalu, bagaimana hoax bekerja? Menurut pandangan psikologis, ada dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax. Orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki. Contohnya, seseorang yang menganggap bahwa bumi datar memperoleh artikel yang membahas tentang berbagai teori konspirasi mengenai foto satelit maka secara naluri orang tersebut akan mudah percaya karena mendukung teori bumi datar yang diiyakininya. Secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi sehingga cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut.
Terkadang, kita sering bertanya-tanya, apa keuntungan yang didapatkan si penyebar berita hoax degan menyebarkan berita hoax tersebut? Banyak sekali alasan yang mendorong seseorang untuk menyebarkan berita hoax diantaranya : kesenangan pribadi agar viral / terkenal. Menggunakan ketenaran yang didapatkannya untuk mengalahkan musuh, dan ada juga memang pekerjaan mereka yang entah terkait dengan unsur politik, maupun unsur lainnya.
Lalu, bagaimana cara mengatasi ledakan informasi di era globalisasi seperti saat ini? Kita bisa mengakalinya dengan strategi CAKAP ( cerdas, keatif, dan produktif)
1. Cerdas
Apa yang dimaksud cerdas di sini? Sebagai seseorang yang hidup di zaman milenial, kita harus cerdas dalam memilih dan memilah suatu informasi dari berita yang baru saja kita peroleh. Cara cerdas yang bisa kita lakukan antara lain, cermati judul berita yang sensasional dan provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta yang disajikan dalam sebuah artikel berita, dll.
2. Kreatif
Apa maksud kreatif di sini? Kita bisa melakukan hal-hal yang kreatif untuk mencegah penyebaran berita hoax. Diantaranya, mengikuti grup-grup anti hoax, memperluas wawasan dan pengetahuan kita, tidak menelan mudahnya setiap berita yang muncul di notifikasi sosial media kita.
3. Produktif
Makna produktif di sini adalah memanfaatkan informasi dengan baik sesuai norma dan etika bangsa Indonesia ( sosial, agama) menyikapi suatu informasi dengan baik .
Sikap pemerintahan dalam fenomena berita hoax dipaparkan dalam beberapa pasal yang siap ditimpakan kepada penyebar hoax tersebut antara lain ,KUHP , Undang-Undang no 11 tahun 2008 tentang informsi dan transaksi elektronik ( ITE), Undang-Undang no 40 tahum 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Tidak hanya itu, penyebar berita hoax juga dapat dikenakan pasal terkait ujaran kebencian dan yang tel;ah diatur dalam KUHP dan UU lain di luar KUHP.
Dalam melawan hoax dan mencegah meluasnya dampak negatif hoax pemerintah pada dasarnya telah memiliki payung hukum yang memadai diantaranya UU No.11 tahun 2008 tantang Informasi dan Transaksi Elektrolika ( UU ITE) pasal 27,28, dan 29. Adapun ancaman pidana yang diberikan ialah ancaman pidana maksimal 4-6 tahun dan/atau denda maksimal 750-1 M(dalam pasal 45). .©Jurnalistik SMAN 2 KUDUS

Aww sakit!! Pertama kali Donor Darah

Smadapedia.com | Selasa (7/8) telah terlaksana kegiatan donor darah di UKS SMA 2 Kudus. Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap 3 bulan sekali ini telah mengumpulkan 42 kantong darah dari siswa siswi yang rata rata kelas XII.



"Kegiatan ini dilaksanakan keliling ke sekolah sekolah. Tujuannya untuk ikut membantu PMI dalam penyediaan stok darah agar dapat membantu yang membutuhkan" ujar salah satu tim PMI yang datang ke SMA 2 Kudus
Mengapa rata rata kelas XII sebagai pendonor? Hal itu terikat persyaratan yang telah ditetapkan. "Beberapa persyaratannya antara lain harus berumur 17 tahun dan tidak boleh kurang, tidak setelah meminum obat, tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, dan untuk perempuan tidak sedang mengalami menstruasi"
Untuk pengumpulan kantong darah ini, SMA 2 Kudus menempati peringkat kedua dalam lingkup Kabuaten Kudus. "Peringkat pertama masih dipegang oleh SMA 1 Kudus yang bisa mengumpulkan darah hingga 60 kantong pada setiap kunjungan. Sedangkan darah seperti ini dapat tahan selama 35 hari dalam suhu 15°C. Darah yang telah dikumpulkan tidak langsung diberikan. Namun harus melalui serangkaian proses tertentu, seperti pemeriksaan darah tersebut apakah mengandung prnyakit atau tidak." sambungnya.
Kami juga sempat bertanya pada salah seorang pendonor yang baru pertama kali berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. "Awalnya takut karena saya sangat jarang disuntik. Maka yang saya bayangkan pertama kali adalah rasa sakit yang tak tertahankan. Tapi ternyata rasa sakitnya tidak seberapa. Hanya terasa agak panas dan seperti digigit semut. Karena saya baru pertama melakukan donor darah, jadi saya merasa agak pusing." ujar Verma, salah satu siswa yang baru pertama kali mendonorkan darahnya.
"Untuk kedepannya saya berharap akan ada lebih banyak lagi teman teman yang mau mendonorkan darahnya. Sudah gratis, sehabis donor dapat bingkisan lagi. Jadi ayo teman teman ikut donor darah!" pesan menggebu disampaikan oleh Haris, selaku ketua kegiatan donor darah kali ini.
Demikian acara donor darah kali ini. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi siswa siswi yang ikut berpartisipasi untuk mendonorkan darahnya untuk membantu mereka yang membutuhkan..©Jurnalistik SMAN 2 KUDUS